ICT Center Kota Jogjakarta

build smart IT

Internet yang bersih dan sehat

Nawala Project adalah sebuah layanan yang bebas digunakan oleh pengguna internet yang membutuhkan saringan konten negatif.  Nawala Project secara spesifik akan memblokir jenis konten negatif yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan, nilai dan norma sosial, adat istiadat dan kesusilaan bangsa Indonesia seperti pornografi dan perjudian. Selain itu, Nawala Project juga akan memblokir situs Internet yang mengandung konten berbahaya seperti malware, situs phising (penyesatan) dan sejenisnya.

Perlindungan pengguna, terutama anak-anak menjadi perhatian utama Nawala Project. Dengan adanya layanan ini diharapkan Internet dapat menjadi tempat yang lebih aman dan nyaman agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Indonesia untuk mempercepat kemajuan serta kesejahteraan.

Layanan ini sejak awal dirancang untuk menerima masukan langsung dari komunitas internet dan Masyarakat Umum yang menjadi pengguna layanan. Masukan inilah yang ditelaah oleh Tim Nawala Project untuk menentukan apakah sebuah situs layak di filter atau tidak.

[Read the rest of this entry...]

Mungkin ini yang anda cari…?

Web Pembelajaran untuk berbagai jenjang sekolah.


Berisikan materi pelajaran Bahasa Inggris dan Matematika untuk jenjang SMP, SMA dan SMK


Berisikan materi pelajaran IPA (SD), Matematika (SMP), Bahasa Inggris (SMA), Bahasa Indonesia (SMA), Matematika (SMA) dan Akuntansi (SMK)


Materi pelajaran berbasis video* untuk SD dengan materi pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia dan IPA.


Materi pelajaran berbasis video* untuk SMP dengan materi pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

*)Materi pelajaran yang berbasis video hanya bisa berjalan lancar jika diakses melalui LAN/WAN ICT Center Kota Jogjakarta

Website pembelajaran lain yang patut dikunjungi adalah:

  1. http://jogjacerdas.org (dikelola oleh Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta)
  2. http://www.jogjabelajar.org (dikelola oleh BTKP Dinas DIKPORA Prov. DIY)

Semoga bermanfaat…

SELAMAT IDUL FITRI 1430 H

Selamat Idul Fitri 1430 H
Mohon maaf lahir bathin.

Semoga di hari yang suci ini kita terlahir suci kembali seperti bayi.

Pengertian E-Learning

Sekilas perlu kita pahami ulang apa e-Learning itu sebenarnya. E-Learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance Learning) yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan/atau Internet. E-Learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas. E-Learning sering pula dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet. Sebenarnya materi e-Learning tidak harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal maupun internet, distribusi secara off-line menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola e-Learning. Dalam hal ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan didistribusikan melalui media CD/DVD, selanjutnya pembelajar dapat memanfatkan CD/DVD tersebut dan belajar di tempat di mana dia berada.

Ada beberapa pengertian berkaitan dengan e-Learning sebagai berikut :

  • Pembelajaran jarak jauh.

E-Learning memungkinkan pembelajar untuk menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas. Pembelajar bisa berada di Semarang, sementara “instruktur” dan pelajaran yang diikuti berada di tempat lain, di kota lain bahkan di negara lain. Interaksi bisa dijalankan secara on-line dan real-time ataupun secara off-line atau archieved.

Pembelajar belajar dari komputer di kantor ataupun di rumah dengan memanfaatkan koneksi jaringan lokal ataupun jaringan Internet ataupun menggunakan media CD/DVD yang telah disiapkan. Materi belajar dikelola oleh sebuah pusat penyedia materi di kampus/universitas, atau perusahaan penyedia content tertentu. Pembelajar bisa mengatur sendiri waktu belajar, dan tempat dari mana ia mengakses pelajaran.

  • Pembelajaran dengan perangkat komputer

E-Learning disampaikan dengan memanfaatkan perangkat komputer. Pada umumnya perangkat dilengkapi perangkat multimedia, dengan cd drive dan koneksi Internet ataupun Intranet lokal. Dengan memiliki komputer yang terkoneksi dengan intranet ataupun Internet, pembelajar dapat berpartisipasi dalam e-Learning. Jumlah pembelajar yang bisa ikut berpartisipasi tidak dibatasi dengan kapasitas kelas. Materi pelajaran dapat diketengahkan dengan kualitas yang lebih standar dibandingkan kelas konvensional yang tergantung pada kondisi dari pengajar.

  • Pembelajaran formal vs. informal

E-Learning bisa mencakup pembelajaran secara formal maupun informal. E-Learning secara formal, misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-Learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya, atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahan konsultan) yang memang bergerak di bidang penyediaan jasa e-Learning untuk umum. E-Learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).

  • Pembelajaran yang ditunjang oleh para ahli di bidang masing-masing.

Walaupun sepertinya e-Learning diberikan hanya melalui perangkat komputer, e-Learning ternyata disiapkan, ditunjang, dikelola oleh tim yang terdiri dari para ahli di bidang masing-masing, yaitu:

  1. Subject Matter Expert (SME) atau nara sumber dari pelatihan yang disampaikan
  2. Instructional Designer (ID), bertugas untuk secara sistematis mendesain materi dari SME menjadi materi e-Learning dengan memasukkan unsur metode pengajaran agar materi menjadi lebih interaktif, lebih mudah dan lebih menarik untuk dipelajari
  3. Graphic Designer (GD), mengubah materi text menjadi bentuk grafis dengan gambar, warna, dan layout yang enak dipandang, efektif dan menarik untuk dipelajari
  4. Ahli bidang Learning Management System (LMS). Mengelola sistem di website yang mengatur lalu lintas interaksi antara instruktur dengan siswa, antarsiswa dengan siswa lainnya.

Di sini, pembelajar bisa melihat modul-modul yang ditawarkan, bisa mengambil tugas-tugas dan test-test yang harus dikerjakan, serta melihat jadwal diskusi secara maya dengan instruktur, nara sumber lain, dan pembelajar lain. Melalui LMS ini, siswa juga bisa melihat nilai tugas dan test serta peringkatnya berdasarkan nilai (tugas ataupun test) yang diperoleh.

E-Learning tidak diberikan semata-mata oleh mesin, tetapi seperti juga pembelajaran secara konvensional di kelas, e-Learning ditunjang oleh para ahli di berbagai bidang terkait.

(sumber: elearning.gunadarma.ac.id)

SEMINAR NASIONAL dan LAUNCHING KLUB GURU JOGJA

Dalam rangka Launching Klub Guru Wilayah DIY, Klub Guru Jogja bekerja sama dengan Seamolec mengadakan acara Seminar Nasional dengan tema “TANTANGAN  PENDIDIKAN MASA DEPAN DAN KIAT MENJADI GURU PROFESIONAL” Seminar ini akan diselengarakan pada hari Minggu, 14 Juni 2009 bertempat di Gedung KPLT Universitas Negeri Yogyakarta.
Pembicara yang akan tampil antara lain:

  1. Sri Sultan Hamengku Buwono X
  2. Dr. Baedowi, M. Si (Dir. Jen. PMPTK)
  3. Dr. Indra Djati Sidhi (Ketua Pembina KGI Pusat)
  4. Dr. Ir. Gatot Hari Prio Wirjanto (Direktur SEAMOLEC)
  5. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd. (Rektor UNY)
  6. Prof. Suwarsih Madya, Ph. D (Kepala Dinas DIKPORA Prov. DIY)

Pendaftaran dapat dilakukan di sekretariat ICT Center Kota Jogjakarta atau menghubungi person-person berikut ini:

  • SMK Muh 3 Yogyakarta (Irvan Andi Wiranata HP 085643435229)
  • SMPN 5 Yogyakarta (Edy Thomas S. HP 085228391970/0274 7897742)
  • SMK Negeri 2 Depok (Agus Sugiharto HP 08156850113)
  • SMA Negeri 1 Depok (Parjanta HP 081578898279)
  • SMK Negeri 2 Sewon, Bantul (Arrifah HP 02746558841)
  • SMK Negeri 2 Sewon, Bantul (Dwi Suranto HP 08122693181)
  • SMK Negeri 2 Wonosari (Sugeng Andono HP 08175450833)
  • SMA Negeri 1 Wonosari (Kardono HP 081328066240)
  • SMK Ma’arif 1 Wates (Agus Romelan HP 08157906793)

Kontribusi peserta sebesar Rp. 75.000,00 akan mendapatkan fasilitas berupa Snack, Makan siang, Sertifikat, Materi Presentasi, Tabloid Klub Guru Indonesia dan Doorprize menarik dari sponsor.

Kondisi ICT Center Kota Jogjakarta

Saat ini ICT Center Kota Jogjakarta telah memiliki client sekolah sebanyak 7 Sekolah dan 5 masyarakat sekitar lingkungan ICT Center. Dari segi jumlah client sekolah memang masih kurang jika dibandingkan dengan ICT Center Kabupaten lain.  Ada beberapa kendala yang kita hadapi saat ini untuk menambah jumlah client antara lain:

  1. Kurangnya sosialisasi tentang manfaat ICT Center.
  2. Kurangnya konten lokal. Perlu dijelaskan disini bahwa sebagian besar sekolah beranggapan kalau internet adalah sumber informasi segalanya. Sehingga buat apa koneksi ke ICT Center kalau isinya memang hanya internet saja. Padahal seharusnya ICT Center selain bertugas menyediakan internet “Gratis” juga wajib menyediakan konten lokal.  Dengan anggapan seperti itu banyak sekolah yang lebih baik menggunakan koneksi internet menggunakan ISP atau Speedy dari Telkom dari pada menggunakan ICT Center.
  3. Silahkan kalau ada yang mau menambahi.

Melihat kondisi permasalahan diatas ICT Center Kota Jogjakarta telah melakukan beberapa upaya antara lain:

  1. Menyiapkan infrastruktur koneksifitas Internet/Intranet ke Dinas Pendidikan Provinsi DIY, BTKP Dinas Pendidikan Provinsi DIY dan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta.
  2. Membuat konten lokal kemudian konten tersebut disimpan di Server ICT Center Kota Jogjakarta dan memanfaatkan konten lokal yang dimiliki Kantor-Kantor Dinas Pendidikan diatas.
  3. Mengajak sekolah-sekolah sekitar ICT Center untuk bergabung menjadi anggota/Client ICT Center
  4. Mengadakan pelatihan-pelatihan yang berhubungan dengan TIK
  5. Memfasilitasi guru-guru yang ingin memiliki web-blog dengan membuat server khusus web-blog
  6. Bekerja sama dengan BTKP Dinas Pendidikan Provinsi DIY sebagai produsen konten Web Pembelajaran agar bersedia menaruh Web Pembelajarannya di server ICT Center Kota Jogjakarta sehingga client bisa mengakses web pembelajaran dengan cepat tanpa melelui internet (intranet/wan).

Semoga dengan tulisan ini kami bisa mendapat masukan dari teman-teman pengelola ICT Center diseluruh Indonesia. Sehingga keberadaan ICT Center yang sudah dibuat dengan susah payah dan menghabiskan anggaran pemerintah yang tidak sedikit dapat termanfaatkan dengan baik dan optimal.

.::iaw::.

Teknik Memblok Situs Porno

Sebetulnya teknik memblok situs tidak baik (porno) sudah sedemikian mudahnya. Sebagian besar bahkan dapat dilakukan menggunakan software gratisan tidak perlu membayar se-peser-pun.

Pengguna Internet mempunyai beberapa pilihan, yaitu:

  • Menggunakan sistem operasi yang secara aktif memblok situs tidak baik.
  • Mencari software Parental Control
  • Menggunakan Browser Firefox dan menambahkan plugin Parental Control.
  • Menggunakan DNS dari OpenDNS.
  • Jika anda seorang administrator jaringan (linux) gunakan SquidGuard.

Diantara beberapa teknik di atas, teknik menggunakan browser Firefox dengan mengaktifkan plugin Parental Control barangkali merupakan cara yang paling sederhana yang dapat digunakan oleh para pengguna Internet.
[Read the rest of this entry...]

Pelatihan TIK Untuk Pembelajaran Guru Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta

Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta mulai hari ini Senin, 15 Desember 2008 menyelenggarakan Pelatihah TIK untuk Guru SD, SMP dan SMK.  Pelatihan dilaksanakan di tiga tempat berbeda yaitu untuk SD bertempat di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, SMP bertempat di SMP Muhammdiyah 2 Yogyakarta dan untuk SMK bertempat di SMK Negeri 2 Yogyakarta. Acara ini terselengara berkat kerjasama Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dengan JIS-DIJ dan mendapat sponsor dari Harrisma Buwana Jaya, Telkom dan Andi Offset.

[Read the rest of this entry...]

Program Web Pembelajaran BTKP 2008

Hari Sabtu, 8 Nopember 2008 BTKP Provinsi DIY menyerahkan bantuan Harddisk kepada 50 Sekolah yang berada di wilayah DIY. Bantuan ini merupakan program BTKP Prov. DIY agar antar sekolah tidak terjadi kesenjangan digital dan mampu bersaing dengan sekolah lain dalam menyongsong era digital. Didalam Harddisk yang diberikan sudah terdapat Program Web Pembelajaran yang terdiri dari 60 materi pembelajaran dari berbagai jenjang.
Acara Penyerahan bertempat di ICT Center Kota Jogjakarta SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dan di buka langsung oleh Kepala BTKP Prov DIY Dra. Hj. Sukilah. Setelah penyerahan harddisk setiap peserta langsung mempraktekannya sekaligus uji coba Program Web Pembelajaran.  Diharapkan sekolah yang mendapatkan Bantuan Harddisk langsung dapat mengimplementasikan di Sekolah masing-masing.

Web Pembelajaran BTKP dapat di lihat disini

Festival Jardiknas

Pada hari Sabtu, 13 September 2008 kemarin Pustekkom Pusat Jakarta dan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta menyelenggarakan “FESTIVAL JARDIKNAS”. Acara ini diadakan di Taman Pintar Yogyakarta. Materi acara cukup beragam dari bazar buku murah, seminar dan lomba membuat komik. Acara ini di hadiri oleh Direktur Pustekkom Bapak Lilik Gani, Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Kepala Sekolah, Guru, Siswa dan masyarakat sekitar yang peduli dengan IT. Pada acara ini diserahkan secara simbolis bantuan server kepada 4 sekolah di Kota Yogyakarta antara lain SD Lempuyangwangi, SMP Negeri 8, SMAN 2, dan SMKN 2. Sekolah tersebut nantinya akan terhubung ke Jardiknas menyusul 5 sekolah yang sudah melakukan koneksi Jardiknas terlebih melalui ICT Center Kota Yogyakarta.